ASKEP PADA PASIEN HIV/AIDS DI RUMAH SAKIT


TUGAS KARYA TULIS ILMIAH
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN HIV/AIDS
DI RUMAH SAKIT


Di Susun Oleh :
1.      Afni Pravita Bunga                 (161.0005)
2.      Alya Fatimatus Z                    (161.0011)
3.      Anggie Safitri Amira Z           (161.0013)
4.      Reydian Ardyano                   (161.0089)


PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH SURABAYA
2018/2019



KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan  hidayahnya, kami dapat menyusun karya tulis ilmiah ini yaitu tentang “Asuhan Keperawatan pada pasien HIV/AIDS di Rumah Sakit”. Tak lupa pula shalawat dan salam kami curahkan pada nabi besar kami Muhammad SAW, yang telah senantiasa membimbing kami dijalannya.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna bagi teman-teman semua untuk menambah pengetahuan tentang hal-hal yang berkaitan dengan Asuhan Keperawatan pada pasien HIV/AIDS di Rumah Sakit. Kami menyadari sepenuhnya bahwa  di dalam karya tulis ilmiah ini terdapat kekurangan. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik dan saran dari teman-teman sekalian
Akhirnya dalam penyusunan makalah ini, kami menyadari masih banyak kekurangan baik dalam tata bahasa, penyusunan, penulisan maupun pembahasan. Mudah-mudahan penyusunan dan penulisan makalah ini dapat bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai acuan serta masukan untuk makalah selanjutnya.







Surabaya, 25 November  2018



Penulis



i
DAFTAR ISI

COVER
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI 
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang ..............................................................................................  1
1.2  Rumusan Masalah .........................................................................................  1
1.3  Tujuan ...........................................................................................................  1
BAB 2 TINJAUAN TEORI
2.1 Peran Perawat pada ODHA di RS................................................................ 2
2.2 Asuhan Keperawatan pada ODHA di RS..................................................... 2
1.      Pengkajian ...............................................................................................  2
2.      Pemeriksaan Penunjang ..........................................................................  2
3.      Pencegahan .............................................................................................  2
4.      Penatalaksanaan Medis ...........................................................................  2
BAB 3PENUTUP
3.1  Kesimpulan ..................................................................................................  2
3.2  Saran ............................................................................................................  2
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................  2





ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Badan kesehatan dunia atau WHO menyatakan dalam rangka penyebaran HIV AIDS, WHO mempunyai program yang menyatakan bahwa setiap negara harus mengembangkan dan menciptakan program yang signifikan dalam pelaksanaan stategi perawatan komprehensif untuk menyediakan dan memantau HIV/AIDS (http://kingroodee.blogspoot.com. 4 Agustus 2008).
Program perawatan komprehensif sendiri berkesinambungan dengan salah satu Program penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia yang dilakukan dengan tujuan umum untuk mencegah penyebaran infeksi HIV/AIDS yang akan meminimalkan beban masyarakat yang terkena dampak sosio-ekonomi akibat HIV/AIDS, sedangkan tujuan lebih spesifiknya adalah untuk menekan tingkat penularan HIV/AIDS, untuk memfasilitasi upaya pencegahan, pengobatan dan perawatan yang secara komprehensif bagi ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS), meningkatkan respon dalam bidang pencegahan, pengobatan, perawatan HIV dan dukungan bagi ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS), meningkatkan koordinasi dan kemitraan antara sektor pemerintah, LSM dan sektor bisnis (http://kingroodee.blogspoot.com. 4 Agustus 2008).
Menurut data Family Health International (FHI), presentase yang memiliki resiko tinggi terjangkit HIV/AIDS di Indonesia antara lain, pengguna narkoba (34%), WPS (Wanita Penjaja Seks) (7%), pelanggan WPS (31%), partner group berisiko tinggi (12%), waria (1%), gay (8%), dan lain-lain (7%) (http://www.inna-ppni. Or.id. 4 Agustus 2008).
Kita sebagai tenaga medis terutama perawat melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien terinfeksi HIV/AIDS dan dapat memberikan informasi dalam meningkatkan peran perawat sebagai pendidik, pengelola, pelaksana dan peneliti sehingga bisa meningkatkan mutu pelayanan yang prima

1.2.Rumusan Masalah
1.      Bagaimana Peran Perawat pada ODHA di RS?
2.      Bagaimana Asuhan Keperawatan pada ODHA di RS?

1.3.   Tujuan Penulisan
Agar mahasiswa/i mengerti dan memahami Askep pada pasien HIV/AIDS di Rumah Sakit dan dapat mengimplementasikan di kehidupan sehari-hari saat melakukan praktek di Rumah sakit.


BAB II
TINJAUAN TEORI

2.1  Peran Perawat pada ODHA di Rumah Sakit
Merawat pasien HIV/AIDS membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan. Perawat sebagai tenaga kesehatan memberikan dukungan terhadap partisipan seperti, memberikan pelayanan yang baik tetapi terkadang ansietas yang muncul pada perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien yang terinfeksi HIV/AIDS juga menunjukkan perbedaan pada tiap individu, hal ini terlihat dari bentuk dan tingkat kecemasan dimana bentuk kecemasan yang muncul seperti tingkat kewaspadaan meningkat dan tidak mengganggu dalam pelaksanaan asuhan keperawatan, dan ada juga bentuk kecemasan yang berupa gelisah, gugup yang secara tidak langsung mengganggu dalam pelaksanaan asuhan keperawatan sehingga hasil dari pekerjaaan yang dilakukan kurang maksimal.
Merawat pasien HIV/AIDS membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan. Perawat sebagai tenaga kesehatan memberikan dukungan terhadap partisipan seperti, memberikan pelayanan yang baik.
Selama merawat pasien HIV/AIDS partisipan mengatakan bahwa perawat mengecek pasien dan memberikan obat pasien secara rutin, serta memberikan edukasi terhadap pasien.Apabila ada pasien baru masuk rumah sakit dengan HIV/AIDS maka akan di lakukan Pengkajian, Perencaan terapi yang akan dilakukan terhadap pasien, lalu di Implementasikan pada pasien, dan akan di evaluasi oleh perawat juga dokter.

2.2  Asuhan Keperawatan pada ODHA di Rumah Sakit
1)      Pengkajian
Di pengkajian terdapat beberapa faktor yang harus di gali oleh perawat pada ODHA, diantaranya :
a.       Riwayat
Pada ODHA yang akan ditanyakan yaitu tentang riwayat perilaku beresiko tinggi (seks bebas), menggunakan obat-obatan terlarang melalui jarum suntiksecara bersama, dan tes HIV nya dinyatakan positif
b.      Penampilan Umum
Biasanya ODHA berpenampilan dengan muka pucat dan kelaparan
c.       Gejala Subyektif
Gejala subyektif yang dialami ODHA yaitu, demam kronik dengan atau tidak menggigil, gampang lemah dan lelah, keringat dimalam hari secara berulang kali, anoreksia, BB menurun, nyeri, dan sulit tidur.
d.      Neurologis
Pada ODHA akan mengalami gangguan relek pupil, nystagmus, vertigo, kejang, dan lain sebagainya
e.       Muskuloskeletal
Pada ODHA akan mengalami defisit focal motorik dan tidak mampu melakukan ADL dan lain sebagainya
f.       Kardiovaskular
Pada ODHA akan mengalami takikardi dan lain sebagainya
g.      Pernafasan
Pada ODHA akan mengalami dyspnea, takipnea, sianosis, batuk produktif atau non produktif, bernafas menggunakan otot bantu nafas, dan lain sebagainya

h.      Pencernaan
Pada ODHA akan mengalami intake makan dan minum menurun, mual muntah, BB menurun 10kg dalam 1 bulan, diare >3 bulan, dan lain sebagainya

i.        Genetalia
Pada ODHA akan mengalami adanya lesi atau eksudat di atau sekitar genital dan lain sebagainya

j.        Integumen
Pada ODHA akan mengalami kering, gatal, lesi, turgor jelek, dan lain sebagainya.

2)      Pemeriksaan Penunjang
a.       ELISA (Enzyme Linked Immunosorbent Assay)
Salah satu tes yang paling umum dilakukan untuk menentukan pasien tersebut terinfeksi HIV kronis atau tidak.

b.      Western Blood
Tes yang definitif dalam mendiagnosa HIV, yang ditampilkan oleh acrylamide gel elctrophoresis lalu dipindahkan ke kertas nitroselulosa dan ia berekasi dengan serum pasien.

3)      Pencegahan
Bagi klien ODHA atau yang beresiko dan juga keluarga bisa dilukan ABC, yaitu :
a.       Absen
Absen berhubungan seksual dengan pasangan
b.      Be Faithful
Setia pada pada pasangannya
c.       Condom
Saat melakukan hubungan seksual hendaknya memakai kondom dengan pasangan/orang yang beresiko tinggi terkena HIV/AIDS

Bukan hanya klien dan keluarga saja yang waspada, Para tenaga medis pun juga mengikuti kewaspadaan meliputi cara penanganan dan pembuangan barang-barang tajam, mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan sesudah pada klien, menggunakan APD seperti sarung tangan, celemek, jubah, masker dan googles saat harus bersentuhan langsung dengan darah dan cairan tubuh lainnya, melakukan desinfeksi instrumen kerja dan peralatan yang terkontaminasi dan penanganan seprei kotor/bernoda secara tepat. Selain itu, darah dan cairan tubuh lain dari semua orang harus dianggap telah terinfeksi dengan HIV tanpa memandang status orang tersebut baru diduga atau sudah diketahui status HIVnya.


4)      Petalaksanaan Medis
Ada beberapa cara penatalaksanaan dalam menangani pasien dengan HIV/AIDS, yaitu :
a.       Obat oral ARV
b.      Pencegahan perpindahan dari ibu ke anak (PMTCT)
c.       Post Exposure Prophylaxis (PEP)
d.      Vaksin HIV











































BAB III

PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Pengalaman perawat saat merawat pasien ODHA mereka masih harus mempunyai banyak pengetahuan tentang konseling HIV/AIDS, pengobatan ARV, dukungan mental, dan penanganan pencegahan HIV. Dikarenakan perawat merasa semakin cemas dan juga gelisah banyak warga Indonesia yang terkena virus HIV/AIDS  Sehingga akan sangat positif bagi perawat maupun pasiennya apabila perawatnya diberikan penambahan kompetensi.

3.2  Saran
Makalah ini diharapkan untuk dapat memberikan landasan konsep bagiperkembangan ilmu keperawatan atau sumber informasi bagi mahasiswa terkaitdengan asuhan keperawatan pada perawat dalam merawat pasienHIV/AIDSselama menjalani rawat inap sehingga dapat membantumeningkatkan kualitas hidup pasien HIV/AIDS.
































DAFTAR PUSTAKA


Agung,dkk (2012). Persepsi Perawat dan Keluarga Pasien Tentang Pengetahuan yang di Perlukan Merawat ODHA di Rumah Sakit dan di Rumah.

Gisharf,dkk (2011). Penatalaksanaan Terapi Pada Penderita HIV/AIDS di Klinik VCT Rumah Sakit Kota Manado.

Jasmiranda (2017). Pengalaman Keluarga Dalam Merawat Pasien HIV/AIDS Selama Menjalani Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan.

Kurniawan,dkk (2015). Journal Ilmiah Keperawatan dan Kesehatan, Edisi 1 No.1 November 2015. Persepsi Perawat Tentang HIV/AIDS Terhadap Kepatuhan Penerapan Universal Cautions (UP) Untuk Pencegahan Penularan HIV/AIDS di RSD Sunan Kalijaga Demak.

Wartono, Chanif, A., Maryati, S., & Subandrio, Y. (2000). AIDS/HIV dikenal untuk dihindari. Jakarta: LEPIN.



Komentar